Islam mengharamkan bunuh diri. Allah berfirman;
"...Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (An Nisaa': 29)
Bahkan para ulama' menegaskan bahwa bunuh diri termasuk dosa besar. Karena banyak hadits yang memberikan ancaman keras untuk pelaku bunuh diri.
Dari Tsabit bin Dhahhak ra Nabi saw bersabda;
"Siapa yang membunuh dirinya dengan cara tertentu di dunia maka dia akan disiksa pada hari kiamat dengan cara yang sama." (HR.Ahmad 16041 dan Muslim 164)
Dari Jundub bin Abdillah ra Nabi saw bersabda;
"Dulu diantara umat sebelum kalian ada orang yang terkena luka, sampai dia tidak sabar. Kemudian dia mengambil pisau dan dia potong nadi tangannya. Darah terus mengalir sampai dia mati. Lalu Allah berfirman; "Hamba-Ku mendahului-Ku dengan bunuh dirinya, maka Aku haramkan untuknya surga." (HR.Bukhari 3462)
Semua hadits ini menunjukan bahwa orang yang bunuh diri berarti telah melakukan dosa yang sangat besar dan mengakhiri hidupnya dengan kemaksiatan. Karena syari'at menyebutkan sebagai cara mati yang jelek maka kita tidak boleh memberikan gelar baik atau bahkan pujian untuk orang yang meninggal dengan cara bunuh diri. Meskipun tujuan dia bisa jadi mulia dalam pandangan sebagian orang.
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Desember 2011
Orang yang bunuh diri haram masuk surga
Rabu, 23 November 2011
Hadits Arba'in (2): Islam Iman Ihsan dan Kiamat
Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata: Pada suatu hari sewaktu kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah saw. tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki yang pakaiannya serba putih dan rambutnya sangat hitam. Tidak diketahui dari mana ia datang dan tidak ada seorang pun di antara kami yang mengetahi sebelumnya. Selanjutnya ia duduk di dekat Nabi serta menyandarkan kedua lututnya kepada kedua lutut beliau dan meletakan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau seraya berkata: "Wahai Muhammad, ceritakanlah kepadaku tentang Islam." Rasulullah saw. bersabda; "Islam yaitu kamu menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah bila kamu mampu untuk menempuh perjalanannya." Orang itu menjawab; "Benar engkau. "Kami terheran-heran melihat sikap orang itu karena ia menanyakan sesuatu tetapi ia sendiri yang membenarkannya. Ia bertanya lagi; "Ceritakanlah kepadaku tentang iman. "Beliau bersabda; "Yaitu kamu percaya dengan sepenuh hati kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitb-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari akhir, serta kamu percaya dengan sepenuh hati terhadap takdir Allah, yang baik dan yang buruk." Orang itu menjawab; "Benar engkau."
Maaf hadits ini belum selesai, dikarenakan karakternya terbatas. Insya Allah mungkin lain kali ditambah lagi sambungannya.
Maaf hadits ini belum selesai, dikarenakan karakternya terbatas. Insya Allah mungkin lain kali ditambah lagi sambungannya.
Senin, 21 November 2011
Hadits Arba'in (1): Niat
Dar Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khaththab ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw., bersabda; "Bahwasanya semua amal itu tergantung niatnya, dan bahwasanya apa yang diperoleh oleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu akan diterima oleh Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrah karena mencari dunia atau karena wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu sebatas pada apa yang diniatkannya." (Diriwayatkan oleh Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari, dan Abul Husain Muslim bin Al Hujjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi, di dalam kedua kitab mereka yang paling shahih di antara semua kitab-kitab hadits)
Langganan:
Postingan (Atom)